Wednesday, January 6, 2016

Posisi Keris Sebagai Pendamping Manusia



Bila seseorang memiliki beberapa buah keris dan juga memiliki benda-benda gaib lain selain keris atau juga memiliki beberapa khodam pendamping, upaya penyatuannya oleh kedua belah pihak adalah sbb:

1.  Upaya penyatuan dari si manusia terhadap gaib-gaib yang bersamanya.
2.  Upaya penyatuan dari gaib-gaib yang bersamanya terhadap si manusia.

Upaya penyatuan dari si manusia haruslah dilakukan satu per satu terhadap sosok-sosok gaib atau benda-benda gaib yang bersamanya dengan cara-cara yang serupa seperti yang sudah dituliskan mengenai upaya penyatuan manusia dengan kerisnya atau seperti dalam tulisan tentang ilmu tayuh / menayuh keris.Mengenai upaya penyatuan dari gaib-gaib yang bersamanya terhadap si manusia, di dalam dunia mahluk halus berlaku hierarki status dan kelas sosok halus pendamping manusia sbb:

Tuesday, January 5, 2016

Bentuk Penyatuan Keris



Biasanya bila sebuah keris atau sejumlah keris merasa sudah cocok dengan manusia pemiliknya, maka khodam-khodam gaibnya, atau salah satu atau dua khodam gaib keris mewakili khodam-khodam keris yang lain, akan mendampingi dan menyertai si manusia di manapun dia berada, walaupun kerisnya ditinggal di rumah. Dengan demikian, bila diterawang, maka fisik keris itu akan tampak kosong tidak berpenghuni gaib, karena sosok gaibnya tidak berada di dalam kerisnya, tetapi menyatu mendampingi si pemilik keris. Hanya sisa-sisa energi gaibnya saja yang ada pada keris tersebut. Seringkali kondisi di atas salah ditafsirkan oleh para praktisi kebatinan atau praktisi perkerisan atau oleh orang-orang yang bisa melihat gaib, yang menganggap keris itu tidak berguna, karena tidak menunjukkan kesan angker / wingit dan kosong tidak ada "isi"nya.  Walaupun keris itu kosong tidak berpenghuni gaib, tetapi orang-orang yang tinggi spiritualitasnya dan tajam kebatinannya akan tahu bahwa keris itu berkhodam, karena ada tanda-tanda energi bahwa keris itu berpenghuni gaib, hanya saja mungkin khodamnya sedang tidak berada di dalam kerisnya, mungkin sudah keluar mendampingi orangnya.
Secara umum ada suatu aturan di alam mahluk halus mengenai tatacara dan perlambang keberadaan suatu sosok mahluk halus dalam mendampingi manusia. Walaupun mungkin tidak selalu persis sama, tetapi dalam banyak hal ada kesamaan cara suatu sosok mahluk halus mendampingi manusia. Secara umum posisi keberadaan sosok-sosok gaib sebagai khodam manusia adalah sbb: 

Monday, January 4, 2016

Keris Pusaka Nagasasra Sabuk Inten Sakti Mandraguna



Keris Pusaka Nagasasra dan Sabuk Inten adalah dua benda pusaka berbeda peninggalan Raja Majapahit. Nagasasra adalah nama salah satu dapur keris luk tiga belas dan ada pula yang luk-nya berjumlah sembilan dan sebelas, sehingga penyebutan nama dapur ini harus disertai dengan menyatakan jumlah luk-nya agar tidak salah.

Keris Mpu Gandring senjata pusaka riwayat Berdirinya Kerajaan Singhasari



Keris Mpu Gandring


Keris Mpu Gandring merupakan senjata pusaka yang terkenal dalam riwayat berdirinya Kerajaan Singhasari di daerah Malang, Jawa Timur sekarang. Keris ini terkenal karena kutukannya yang memakan korban dari kalangan elit Singasari termasuk pendiri dan pemakainya, ken Arok. Awalnya, keris ini dibuat oleh seorang pandai besi yang dikenal sangat sakti bernama Mpu Gandring, atas pesanan Ken Arok. Kemudian setelah selesai menjadi keris dengan bentuk dan wujud yang sempurna bahkan keris ini memiliki kemampuan supranatural. Konon dikatakan keris ini melebihi semua pusaka yang ada dimasa itu. Kemudian Ken Arok menguji Keris tersebut dengan menusukannya pada Mpu Gandring yang konon menurutnya tidak menepati janji. Singkat cerita, dalam keadaan sekarat Mpu Gandring mengeluarkan kutukan bahwa Keris tersebut akan meminta korban nyawa tujuh keturunan dari Ken Arok. Dalam perjalanannya, keris ini terlibat dalam perselisihan dan pembunuhan elit kerajaan Singhasari yaitu Tunggul Ametung, Ken Arok, Anusapati dan bahkan keturunan Ken Arok sendiri.

Sunday, January 3, 2016

Keris Kalam Munyeng Keris Sakti Milik Sunan Giri



Keris Kalam Munyeng, merupakan salah satu keris legendaris di bumi Nusantara ini. Satu peninggalan sejarah di Gresik yang diyakini oleh masyarakat sebagai benda pusaka yakni Keris Kyai Kalam munyeng. Menurut kepercayaan masyarakat keris ini ialah keris mistik. Konon, menurut cerita sejarah, keris ini adalah penjelamaan dari pena (kalam) milik Kanjeng Sunan. Keris ini pernah dibawa ke Negeri Belanda pada akhir abad ke-17 M, lantaran dianggap mampu melahirkan semangat resistensi terhadap kompeni Belanda, kemudian dikembalikan ke Gresik pada tahun 1772. Keris ini sampai sekarang tersimpan di makam Sunan Giri dan replikanya tersimpan di Museum Daerah Kabupaten Gresik.Tersebutlah dalam sebuah kisah, pada zaman kerajaan Majapahit, Prabu Brawijaya murka. Pengaruh Sunan Giri, salah satu dari sembilan Wali Songo, dianggap telah mengancam eksistensi Kerajaan Majapahit. Babad Tanah jawa menuturkan, Prabu Brawijaya akhirnya mengirimkan Patih Gajahmada dan pasukannya ke Giri. Penduduk Giri pun panik dan menghambur ke Kedaton Giri. Sunan yang waktu itu sedang menulis terkejut dan pena (kalam) yang tengah digunakannya terlontar. Atas kehendak Sang Pencipta, pena yang terlontar itu menjelma menjadi keris ampuh dan keris inilah yang memporakporandakan pasukan Majapahit.Sunan Giri. yang nama kecilnya Raden Paku alias Muhammad Ainul Yakin (lahir di Blamba-ngan, Banyuwangi 1442 masehi} tak hanya di-kenal sebagai penyebar agama Islam yang gigih.


Saturday, January 2, 2016

Keris Kyai Sengkelat Keris Sakti Milik Jaka Supa



Sejarah : Ketika Kerajaan  Majapahit mulai surut, hiduplah seorang  empu keris yang sakti mandraguna. Dia bernama Jaka Supa putra dari  Bupati Empu yang bernama Ki Supadriya.  Jaka Supa adalah seorang  pemuda yang sederhana, namun sangat menyukai tapa brata istilah jawanya adalah “Gentur lelaku prihatin”. Kelak atas perjuangan tapa bratanya, beliau akan menurunkan pusaka pusaka yang hebat dan juga menurunkan empu-empu  pembuat keris yang luar biasa di tanah jawa. Konon pada suatu ketika, wilayah kerajaan Majapahit dilanda “pagebluk” yang sangat nggegirisi,hingga banyak para kawula (rakyat jelata) yang pagi sakit sore meninggal dan sore sakit paginya meninggal.Tidak hanya para rakyat jelata, banyak juga beberapa bangsawan, pandita dan sebagainya terserang penyakit  yang sangat misterius ini. Hingga akhirnya kekawatiran Sang Prabu atas nasib penghuni Kraton oleh sebab ganasnya pageblug tersebut terjadi juga, Dyah Ayu Sekar Kedaton  jatuh sakit.Sudah beberapa tabib pinunjul dari penjuru negeri dihadirkan untuk membatu kepulihan sang putri,  namun toh hasilnya selalu nihil. Bahkan kalau malam menjelang , penyakit sang putri kian menjadi jadi. Untuk menghindari kejadian yang tidak di inginkan, sang prabu menugaskan segenap abdi dalem untuk bergiliran menjaga sang putri, khususnya di malam hari. Hingga suatu malam,  sampailah giliran jaga itu jatuh pada Tumenggung Supandriya dan Tumenggung Supagati. Akan tetapi,  karena mereka berdua  ternyata sakit, maka tugas itu diwakilkan kepada anak anak mereka. Jaka Supa putra dari Tumennggung Supandriya dan


Friday, January 1, 2016

Keris Pusaka Kyai Condong Campur Sakti Mandraguna




Keris Kyai Condong Campur menurut pakem atau tangguh Jogjakarta, terang Mpu Harumbrodjo, memiliki Luk berjumlah lima. Terdapat kembang kacang, dua jalu memet dan dua lambe gajah. Pada wilah atau bilahnya terdapat  blumbangan  dan   sogokan. Sedangkan pamornya bisa berupa Tepen Beras Wutah atau lainnya. Dia menandaskan, pamor terbaik terbuat dari batu meteor yang jatuh dari angkasa. “Dulu, batu meteor itu diyakini sebagai pemberian para Dewa”, ujarnya.